“Bli, kok aneh ya? Yang beli voucher cuma 1 orang, tapi yang nongkrong di pos ronda ada 5 orang. Semuanya main HP, dan semuanya lancar Youtube-an!”
Pernah ngalamin kejadian horor begitu? Itu tandanya Bli sedang jadi korban “Tethering Ilegal”.
Pelanggan beli satu voucher (misal 3 Mbps), lalu di HP-nya dia aktifkan fitur Hotspot/Tethering, dan teman-temannya nebeng gratis lewat HP dia.
Kerugian buat Bli:
- Bandwidth Habis: Jatah speed 3 Mbps disedot 5 orang, bikin internet lemot parah.
- Omzet Turun: Harusnya 5 orang beli 5 voucher, ini cuma laku 1. Rugi bandar!
Belum lagi masalah Netcut (aplikasi pemutus WiFi) yang bikin pelanggan lain disconnect karena dijahili iseng.
Tenang Bli, di Mikrotik kita bisa memblokir perilaku “pelit” ini. Kita akan paksa: 1 Voucher = 1 HP. Tidak bisa dibagi-bagi.
1. Cara Blokir Tethering (Ubah TTL)
Logika sederhananya begini: Setiap paket data punya “bahan bakar” bernama TTL (Time To Live). Standarnya isinya 64.
Saat internet masuk ke HP pelanggan, TTL berkurang jadi 63. Kalau HP itu melakukan tethering ke HP teman, TTL berkurang lagi jadi 62.
Trik Kita: Kita akan setting Mikrotik agar mengirim paket data dengan TTL = 1. Saat sampai di HP Pelanggan, TTL diterima (jadi 0) dan diproses. TAPI, kalau HP Pelanggan coba oper lagi ke HP Teman, paketnya sudah “mati” (expired). Akibatnya? HP Teman konek WiFi tapi No Internet Access.
Langkah Setting via Winbox:
- Masuk menu IP > Firewall.
- Pilih tab Mangle.
- Klik Tambah (+).
- Tab General:
- Chain:
postrouting - Out. Interface:
wlan1(Pilih interface hotspot Bli).
- Chain:
- Tab Action:
- Action:
change-ttl - New TTL:
set:1 - Passthrough:
no(Hilangkan centang).
- Action:
- Klik OK.
(Caption: Dengan TTL=1, internet akan mati saat coba di-share ke perangkat kedua)
⚠️ Catatan: Cara ini ampuh untuk sebagian besar HP Android. Namun, beberapa HP canggih atau laptop kadang punya cara bypass sendiri. Tapi untuk level tongkrongan pos ronda, cara ini sudah sangat efektif bikin mereka garuk-garuk kepala.
2. Cara Blokir Netcut (Client Isolation)
Netcut bekerja dengan cara “mengadu domba” antar user (ARP Spoofing). Syarat Netcut bisa jalan adalah: User A bisa “melihat” User B.
Solusinya? Kita butakan mata mereka. Kita bikin aturan supaya sesama user WiFi tidak bisa saling komunikasi. Mereka cuma boleh ngobrol sama Router (Mikrotik), tapi nggak boleh ngobrol sama HP sebelah.
Ini namanya Client Isolation atau mematikan Default Forwarding.
Langkah Setting:
- Masuk menu Wireless.
- Klik dua kali pada interface hotspot (wlan1).
- Pastikan Bli di tab Wireless.
- Cari kotak bernama Default Forwarding.
- HILANGKAN CENTANGNYA (Uncheck).
- Klik Apply & OK.
(Caption: Hilangkan centang Default Forwarding agar Netcut tidak mempan)
Efeknya: User pengguna Netcut tidak akan bisa memindai (scan) siapa saja yang lagi online. Aplikasi Netcut-nya bakal kosong melompong. Pelanggan Bli aman sentosa!
3. Amankan “Pintu Belakang” (IP Binding)
Kadang ada user pintar yang mengubah alamat MAC HP-nya supaya bisa bypass login (Cloning MAC Address).
Untuk mencegah ini, pastikan settingan Hotspot Server Bli sudah mengikat MAC Address dengan ketat.
- Masuk IP > Hotspot.
- Tab Server Profiles, klik dua kali profil yang dipakai.
- Pastikan Mac Auth. Mode pilih
MAC as username(jika sistem voucheran murni). - Atau, pastikan login page Bli aman.
(Tips: Poin nomor 1 & 2 di atas sebenarnya sudah cukup ampuh untuk 90% kasus di lapangan).
Kesimpulan
Menjalankan bisnis voucheran itu memang penuh drama, Bli. Selalu ada saja akal-akalan user buat dapat gratisan.
Dengan menerapkan:
- Change TTL = 1 (Anti Tethering).
- Disable Default Forwarding (Anti Netcut).
Bli sudah menyelamatkan jatah bandwidth yang berharga. Biarkan mereka komplain “Kok gak bisa hotspotan bro?”. Jawab saja sambil senyum: “Beli voucher masing-masing dong, biar barokah!” 😄
Di artikel selanjutnya, kita akan membahas tanda-tanda “kematian” router hAP Lite Bli. Kapan saatnya harus pensiun dan ganti ke alat yang lebih canggih?
👉 Lanjut Baca: RAM Sisa 1MB? 3 Tanda Router Mikrotik hAP Lite Harus Diupgrade